Wakil Rektor I Universitas 45 Surabaya: “Kuliah Itu Pertaruhan Masa Depan, Jangan Santai dari Awal!”

Kegiatan84 Dilihat

SURABAYA | kabargema45.com — Suasana penuh haru, bangga, dan rasa syukur menyelimuti komplek kampus Universitas 45 Surabaya pada momen perayaan kelulusan para wisudawan dan wisudawati. Di tengah kebahagiaan para lulusan yang merayakan pencapaian akademis mereka, tim Media Center Kabar Gema 45 berkesempatan melakukan wawancara eksklusif bersama Bayu Setyawan, S.Kom., M.M.T., dosen Fakultas Teknik Prodi Teknik Informatika yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I Universitas 45 Surabaya.

Sabtu, 26 September 2026

Dalam kesempatan tersebut, Bayu Setyawan membagikan pandangan mendalam mengenai perjalanan panjang para mahasiswa dari awal menapakkan kaki di bangku perkuliahan hingga berhasil mengenakan toga kelulusan.

Mengingat kembali momen hari pertama para wisudawan masuk kuliah, Bayu Setyawan menyampaikan rasa bangga yang luar biasa atas perubahan signifikan yang ditunjukkan oleh para lulusan. Menurutnya, fase perkuliahan merupakan proses transisi penting dari masa remaja menuju kedewasaan.

“Saat awal datang, mereka masih membawa karakter dan perilaku remaja lulusan SMA. Namun, selama berproses di kampus, mereka dilatih untuk mandiri, khususnya dalam hal pendidikan serta manajemen waktu,” tutur Wakil Rektor I tersebut.

Warek juga menambahkan bahwa kedewasaan dan kemandirian dalam mengelola waktu merupakan perubahan terbesar yang paling membanggakan bagi jajaran pengajar.

Menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan pascakuliah, Bayu Setyawan memberikan beberapa pesan serta pengingat utama bagi para lulusan agar dapat menjaga nama baik almamater. Dan senantiasa membawa reputasi baik Universitas 45 Surabaya di manapun berada.

Kemudian bekerja keras dan pantang Menyerah. Memiliki ketahanan mental dalam menghadapi berbagai ujian hidup dan karier serta menjadikan daya juang sebagai nilai tambah utama dalam dunia kerja.

Bayu juga menyoroti bahwa di era persaingan global saat ini, kepintaran dan kompetensi akademis semata tidak lagi cukup. “Tanpa adanya daya juang dan keuletan, kepintaran saja tidak akan memadai. Sayangnya, fenomena saat ini menunjukkan bahwa rata-rata generasi muda (Gen Z) justru sering kali kekurangan daya juang tersebut. Padahal, keuletan adalah kekuatan utama yang wajib dimiliki untuk mampu bersaing,” tegasnya.

Menutup sesi wawancara, Bayu Setyawan menyampaikan harapan serta wanti-wanti bagi para calon mahasiswa baru (maba) yang akan bergabung dengan Universitas 45 Surabaya. Selain berharap kuantitas pendaftar semakin meningkat, beliau menekankan pentingnya sikap serius sejak awal perkuliahan.

“Memasuki jenjang kuliah berarti sedang mempertaruhkan masa depan. Oleh karena itu, mulailah dengan belajar giat dan jangan terlalu santai. Jika santainya kebablasan, dampaknya sangat fatal: perkuliahan tidak kunjung selesai atau kompetensi yang diperoleh menjadi tidak sesuai dengan harapan,” pungkasnya.

Pesan Wakil Rektor I Universitas 45 Surabaya menjadi pengingat tajam bagi kita semua: kompetensi tanpa ketahanan mental tak akan membawa perubahan. Dengan bekal ilmu, kedewasaan, dan pentingnya daya juang, para lulusan kini siap melangkah dalam menjaga nama baik almamater serta membuktikan kualitas diri di tengah sengitnya persaingan global. Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati, selamat memulai babak baru dan membuktikan daya juang saing di medan yang sesungguhnya. (Valen, Nayla/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *