SMA GEMA 45 Surabaya Hadiri Undangan Apel Satgas Pre-Emptive Strike di Mapolda Jatim

SMA GEMA 45 Surabaya Hadiri Undangan Apel Satgas Pre-Emptive Strike Di Mapolda Jatim

Kegiatan29 Dilihat
SURABAYA | Kabargema45.com – SMA GEMA 45 Surabaya terlibat langsung dalam kegiatan Apel Satgas Pre-Emptive Strike yang digelar di lapangan upacara Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Mapolda Jatim), Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian memperkuat langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya yang melibatkan kalangan pelajar.
Apel tersebut dilaksanakan berdasarkan arahan Kapolda Jawa Timur melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Jatim. Sejumlah unsur kepolisian, kepala sekolah, koordinator guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta perwakilan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Dalam instruksi pelaksanaan apel, jajaran kepolisian di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto diminta menghadirkan personel pendamping kelas, polisi pengawas sekolah, kepala sekolah, koordinator guru BK, serta lima siswa dari masing-masing sekolah yang terdiri atas satu ketua OSIS dan empat pengurus OSIS.
Pelibatan unsur sekolah tersebut menjadi bagian dari koordinasi antara kepolisian dan lingkungan pendidikan dalam mengantisipasi potensi tawuran pelajar maupun keterlibatan siswa dalam aksi unjuk rasa yang berisiko menimbulkan gangguan keamanan.
Selain pelaksanaan apel, jajaran kepolisian juga diminta melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah yang dinilai memiliki kerawanan tawuran dan unjuk rasa di wilayah masing-masing. Pendataan tersebut menjadi dasar penentuan kebutuhan personel pendamping dan pengawas sekolah.
Dalam ketentuan yang disampaikan Ditbinmas Polda Jatim, setiap kelas di sekolah yang masuk dalam pemetaan kerawanan akan mendapatkan polisi pendamping, sedangkan setiap sekolah mendapatkan satu polisi pengawas. Personel yang bertugas diwajibkan menggunakan atribut sesuai ketentuan, termasuk ban lengan yang disiapkan oleh masing-masing kapolres.
Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono menegaskan bahwa pelajar merupakan elemen krusial dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, aspek perlindungan terhadap mereka wajib menjadi tanggung jawab bersama.
“Generasi muda ini yang akan mengisi momentum Indonesia Emas 2045. Kita harus menjaga mereka dari perundungan, tawuran, narkoba, serta pengaruh negatif lainnya,” ujar Irjen Dekananto di Mapolda Jatim usai memimpin apel.
Keterlibatan SMA GEMA 45 Surabaya dalam kegiatan tersebut menunjukkan adanya pelibatan lingkungan pendidikan dalam agenda koordinasi pencegahan gangguan keamanan yang menyasar kalangan pelajar.
Sinergi antara kepolisian dan pihak sekolah diharapkan dapat memperkuat komunikasi, meningkatkan pengawasan, serta mendorong penyelesaian persoalan pelajar melalui pendekatan edukatif dan preventif.
Muhamat Chujaini, S.Pd Kepala Sekolah SMA GEMA 45 sangat mendukung program tersebut.
“Saya sangat setuju dengan program Satgas Pre emtive strike yang dilaksanakan oleh Mapolda jatim yaitu Jogo sekolah, sehingga jika ada permasalahan yang nantinya apabila tidak bisa diselesaikan oleh sekolah, maka akan dibantu dengan terbuka oleh satgas pendamping yang nantinya akan membantu, mensosialisasikan, serta mencegah agar sekolah menjadi ramah anak, rukun sama teman dan terhindar dari bullying.” Benernya.
Melalui koordinasi tersebut, upaya pencegahan diharapkan tidak hanya berfokus pada penindakan ketika terjadi pelanggaran, tetapi juga pada pembinaan karakter, kesadaran hukum, dan tanggung jawab sosial para siswa.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *