Yayasan Perjuangan 45 Resmikan Dimulainya Pembangunan Edu Hotel SMK Gema 45 Surabaya

Kegiatan113 Dilihat

SURABAYA  – Yayasan Perjuangan 45 secara resmi memulai pembangunan Ruang Praktik Sekolah atau Edu Hotel SMK Gema 45 Surabaya. Pembangunan fasilitas tersebut diarahkan sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik sekaligus upaya memperkuat kesiapan siswa menghadapi dunia kerja, khususnya di bidang perhotelan dan pariwisata.

Ketua Yayasan Perjuangan 45, Dr. H. Fadjar Budianto, SH, MH, SpN, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan Edu Hotel tidak semata-mata dimaknai sebagai pembangunan fisik berupa gedung.

Kamis, 24 September 2026

Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan bagian dari investasi pendidikan untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi, keterampilan, karakter, disiplin, etika, serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja.

“Bagi Yayasan Perjuangan 45, pembangunan ini bukan sekadar pembangunan sebuah gedung. Ini adalah pembangunan masa depan,” ujar Fadjar Budianto dalam acara peresmian dimulainya pembangunan Edu Hotel SMK Gema 45 Surabaya.

Ia menjelaskan, pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran teori di dalam kelas. Siswa perlu mendapatkan pengalaman praktik secara langsung agar memahami standar dan situasi kerja yang sebenarnya.

Khusus bagi siswa bidang perhotelan dan pariwisata, menurutnya, berbagai kompetensi seperti pelayanan tamu, pengelolaan kamar, kebersihan, penataan ruang, pelayanan makanan dan minuman, komunikasi dengan pelanggan hingga penyelesaian persoalan pelayanan membutuhkan latihan secara langsung dan berulang.

“Di tempat inilah anak-anak kita tidak hanya belajar teori tentang hotel dan pariwisata. Mereka akan belajar bagaimana menjadi hotelier yang profesional, memberikan pelayanan yang ramah, bekerja dengan disiplin, menjaga kebersihan dan kerapian, berkomunikasi dengan baik, bekerja dalam tim, dan memberikan pelayanan dengan hati,” katanya.

Fadjar menegaskan, Yayasan Perjuangan 45 tidak hanya menargetkan lulusan yang memiliki keterampilan teknis. Pendidikan di lingkungan Gema 45 juga diarahkan untuk membentuk karakter siswa.

Menurutnya, dunia perhotelan dan pariwisata merupakan bidang pelayanan yang membutuhkan kejujuran, kesabaran, keramahan, kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, penampilan yang baik, kemampuan berkomunikasi serta sikap menghargai orang lain.

Nilai tersebut, lanjutnya, sejalan dengan semangat Sekolah Berwawasan Kebangsaan Gema 45.

“Kita ingin anak-anak Gema 45 menjadi generasi yang cerdas pikirannya, terampil tangannya, baik karakternya, kuat mentalnya, dan memiliki rasa cinta kepada bangsa dan tanah airnya,” tegasnya.

Keberadaan Edu Hotel juga diharapkan menjadi jembatan yang semakin kuat antara pendidikan di sekolah dengan kebutuhan dunia industri.

Fadjar berharap fasilitas tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat praktik siswa, tetapi terus dikembangkan agar mendekati standar industri. Dengan demikian, lulusan SMK Gema 45 diharapkan memiliki pengalaman dan kesiapan ketika memasuki dunia kerja.

“Ketika siswa lulus, mereka tidak lagi merasa asing ketika memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Untuk mendukung tujuan tersebut, pembangunan fasilitas fisik dinilai perlu diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sistem pembelajaran. Di antaranya melalui peningkatan kompetensi guru dan instruktur, penguatan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri, praktik kerja lapangan yang berkualitas, sertifikasi kompetensi, peningkatan kemampuan bahasa asing, penguasaan teknologi digital serta pembentukan budaya kerja yang disiplin dan profesional.

Dalam kesempatan tersebut, Fadjar juga menyampaikan pesan kepada siswa-siswi SMK Gema 45 agar memanfaatkan keberadaan Edu Hotel secara maksimal.

Ia meminta siswa tidak memandang kegiatan praktik hanya sebagai kewajiban sekolah, tetapi sebagai proses latihan untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan yang sebenarnya.

“Kalau kalian belajar melayani tamu, belajarlah melayani dengan tulus. Kalau kalian belajar menjadi front office, belajarlah berkomunikasi dengan percaya diri. Kalau kalian belajar housekeeping, belajarlah menjaga kebersihan dan ketelitian,” pesannya.

Ia juga mendorong para siswa agar memiliki cita-cita lebih luas, tidak hanya menjadi pekerja setelah lulus sekolah. Menurutnya, lulusan SMK juga memiliki peluang untuk berkembang menjadi profesional, manajer, pengusaha, pemilik hotel, pelaku usaha pariwisata maupun pencipta lapangan pekerjaan.

Kepada Kepala Sekolah dan jajaran SMK Gema 45 Surabaya, Fadjar meminta agar pembangunan Edu Hotel dikawal tidak hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga dari sisi sistem pembelajaran.

“Jangan sampai kita hanya membangun gedung yang bagus. Kita harus membangun sistem pembelajaran yang bagus. Jangan hanya membangun fasilitas. Kita harus membangun kompetensi,” katanya.

Ia menambahkan, tujuan akhir pembangunan tersebut bukan sekadar menghasilkan lulusan yang memperoleh ijazah, tetapi lulusan yang memiliki keterampilan, sertifikasi, karakter dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Pembangunan Edu Hotel tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Yayasan Perjuangan 45 dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan Gema 45 Surabaya.

Dengan dimulainya pembangunan tersebut, Edu Hotel diharapkan menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang mampu memberikan pengalaman belajar nyata bagi siswa sekaligus memperkuat keterkaitan antara pendidikan kejuruan dengan kebutuhan industri.

“Dari Gema 45 untuk Indonesia. Terampil untuk bekerja, berkarakter untuk berkarya, dan berwawasan kebangsaan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” pungkas Fadjar Budianto. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *