Peran Kebun Binatang Surabaya dalam Edukasi Generasi Muda Untuk Mengenal Lebih Dekat Dengan Satwa Dilindungi. 

Ekstra, Kegiatan61 Dilihat

SURABAYA – Minggu, 11 Oktober 2026, Kebun Binatang Surabaya (KBS) kembali dipadati oleh para pengunjung yang ingin menghabiskan waktu libur akhir pekan. Tak sekadar menyuguhkan keasrian pepohonan yang rindang dan suasana syahdu untuk bersantai bersama keluarga, teman, maupun pasangan, kawasan konservasi ikonik di Surabaya ini juga menjadi sarana penting dalam mengenalkan dunia satwa kepada masyarakat luas.

Di dalam area KBS, pengunjung disuguhi keberagaman fauna dengan puluhan spesies unggulan yang dapat diamati secara langsung. Selain menikmati fasilitas rekreasi dan sudut-sudut photo spot yang estetis, pengunjung juga diberi kesempatan untuk berinteraksi lebih dekat, termasuk mengikuti sesi edukasi pemberian pakan satwa (feeding time).

Daya Tarik Sang Raja Hutan Nostalgia dan Pesona Konservasi
Di antara ragam satwa yang ada, area mamalia besar kerap menjadi pusat perhatian. Salah satu pengunjung, Ahmad, mengungkapkan bahwa koleksi singa di KBS selalu berhasil memikat perhatiannya sejak dulu.

“Singa selalu punya daya tarik tersendiri buat saya. Sejak kecil saya memang sangat menyukai karakteristik sang raja hutan ini. Melihat mereka secara langsung di KBS tidak hanya membangkitkan kenangan masa kecil, tetapi juga makin menyadarkan saya betapa pentingnya menjaga keberadaan mereka agar tetap lestari,” tutur Ahmad.

Menjaga Habitat, Mewariskan Kelestarian untuk Masa Depan.
Kunjungan ke Kebun Binatang Surabaya tidak hanya memberikan hiburan visual, tetapi juga menyitir pesan mendalam mengenai pentingnya perlindungan ekosistem. Maraknya perburuan liar dan kerusakan lingkungan menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup berbagai spesies langka.

Ahmad pun menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga habitat asli flora dan fauna demi keberlanjutan generasi mendatang.

“Penting sekali bagi kita untuk menjaga kelestarian habitat asli satwa dan secara tegas menolak segala bentuk perburuan liar. Jika kita tidak peduli dari sekarang, spesies-spesies indah ini bisa punah. Kita tentu ingin orang-orang dimasa depan masih bisa melihat keagungan satwa-satwa ini secara langsung di dunia nyata, bukan sekadar melihat foto atau ilustrasi di buku sejarah,” tegasnya.

Melalui pengalaman rekreasi yang edukatif ini, KBS terus membuktikan perannya bukan hanya sebagai destinasi wisata unggulan Kota Surabaya, melainkan juga sebagai benteng edukasi untuk menanamkan rasa cinta alam dan semangat konservasi sejak dini.

Laporan oleh Tim 2 Kabar Gema 45:
_Valen & Meylin_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *