Merawat Bumi Mojopahit Gerbang Baru Nusantara

Artikel22 Dilihat

Refleksi Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, 2026

Oleh : Fadjar Budianto
Dosen Universitas 45 Surabaya

Jawa Timur tidak boleh hanya bangga dengan masa lalunya. Di tanah inilah kejayaan Majapahit pernah tumbuh, menyatukan wilayah-wilayah Nusantara dalam cita-cita besar. Kini, ketika Provinsi Jawa Timur memasuki usia ke-81 pada 2026, pertanyaan pentingnya adalah: mampukah semangat besar itu diterjemahkan menjadi kekuatan untuk membangun masa depan Indonesia?

Merawat Bumi Mojopahit, Gerbang Baru Nusantara bukan sekadar slogan yang indah didengar. Ia harus menjadi panggilan untuk memperkuat persatuan, mempercepat kemajuan, dan menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu pintu utama Indonesia menuju masa depan yang lebih sejahtera.

Dari kejayaan sejarah menuju kekuatan masa depan

Majapahit mengajarkan bahwa kebesaran tidak dibangun oleh kekuatan semata, melainkan juga oleh kemampuan menyatukan perbedaan, membangun jaringan perdagangan, mengembangkan kebudayaan, dan merawat cita-cita bersama. Nilai-nilai itu tetap relevan di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Jawa Timur memiliki modal besar untuk melanjutkan semangat tersebut. Letaknya strategis, memiliki pelabuhan, kawasan industri, pertanian yang produktif, potensi pariwisata, serta sumber daya manusia yang tersebar dari perkotaan hingga pedesaan. Surabaya sebagai pusat perdagangan dan jasa, kawasan industri di sejumlah daerah, serta potensi ekonomi maritim di sepanjang pesisir merupakan bagian dari kekuatan yang dapat dikembangkan secara terpadu.

Namun, potensi tidak otomatis menjadi prestasi. Kekayaan sumber daya harus diikuti tata kelola yang baik, infrastruktur yang terhubung, kepastian berusaha, pendidikan berkualitas, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.

Gerbang baru Nusantara harus membuka kesempatan bagi semua

Jawa Timur layak mengambil peran strategis sebagai gerbang baru Nusantara, bukan hanya karena posisi geografisnya, tetapi karena kemampuannya menghubungkan produksi, perdagangan, teknologi, pendidikan, dan kebudayaan.

Untuk itu, pembangunan tidak boleh berhenti pada pertumbuhan ekonomi dan megahnya infrastruktur. Pertanyaan yang lebih mendasar ialah apakah petani memperoleh harga yang layak, nelayan mendapatkan perlindungan, UMKM mampu naik kelas, anak muda memperoleh pekerjaan, dan keluarga berpenghasilan rendah mempunyai kesempatan memperbaiki kehidupan.

Pembangunan yang berhasil bukan hanya terlihat dari gedung dan jalan yang berdiri, tetapi juga dari berkurangnya kesenjangan dan semakin terbukanya kesempatan bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah kabupaten dan kota perlu memperkuat konektivitas antardaerah, memperluas akses pasar bagi produk lokal, mengembangkan industri pengolahan, serta mendorong ekonomi digital. Produk pertanian dan perikanan, misalnya, jangan hanya dijual sebagai bahan mentah. Nilai tambah perlu diciptakan melalui pengolahan, pengemasan, teknologi, dan pemasaran yang menjangkau pasar nasional maupun internasional.

Dengan cara itu, Jawa Timur tidak sekadar menjadi jalur lintasan barang, tetapi menjadi pusat penciptaan nilai tambah dan lapangan kerja.

Pendidikan dan karakter sebagai fondasi kemajuan

Tidak ada gerbang menuju masa depan tanpa sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, pendidikan harus ditempatkan sebagai investasi strategis pembangunan Jawa Timur.

Sekolah dan perguruan tinggi perlu semakin dekat dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi. Pendidikan vokasi harus diperkuat melalui kemitraan dengan industri, dunia usaha, dan sektor pariwisata. Lulusan tidak cukup hanya memiliki ijazah, tetapi juga harus memiliki keterampilan, kreativitas, disiplin, dan kemampuan beradaptasi.

Di tengah derasnya arus digitalisasi, kemajuan teknologi juga harus diimbangi pembangunan karakter. Kejujuran, tanggung jawab, gotong royong, penghormatan terhadap perbedaan, dan semangat kebangsaan merupakan modal sosial yang tidak boleh hilang.

Semangat Majapahit tidak perlu dimaknai sebagai romantisme masa silam. Yang perlu dihidupkan ialah kemampuan bekerja bersama untuk tujuan yang lebih besar. Dalam konteks Indonesia modern, semangat itu harus berlandaskan Pancasila, demokrasi, persatuan dalam keberagaman, dan penghormatan terhadap hak setiap warga negara.

Jangan biarkan kemajuan meninggalkan rakyat kecil

Di balik potensi besar Jawa Timur, pekerjaan rumah pembangunan tetap perlu dijawab secara terbuka. Kesenjangan antarwilayah, kualitas pekerjaan, kemiskinan, persoalan lingkungan, serta akses pendidikan dan kesehatan harus menjadi bagian dari evaluasi pembangunan.

Kemajuan tidak boleh hanya terkonsentrasi di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Daerah yang jauh dari pusat kota juga harus merasakan manfaat pembangunan melalui infrastruktur dasar, layanan publik yang layak, akses pendidikan, dan peluang usaha.

Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap program pembangunan memiliki sasaran yang jelas dan hasil yang dapat diukur. Masyarakat berhak mengetahui bukan hanya berapa anggaran yang dibelanjakan, tetapi juga berapa banyak pekerjaan tercipta, seberapa besar pendapatan masyarakat meningkat, dan sejauh mana pelayanan publik membaik.

Transparansi dan keberanian mengevaluasi kekurangan bukan tanda kelemahan. Justru itulah fondasi pemerintahan yang dipercaya masyarakat.

Merawat untuk melangkah lebih jauh

Hari Jadi ke-81 Jawa Timur seharusnya menjadi momentum untuk merapatkan barisan. Pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, generasi muda, dan seluruh elemen masyarakat perlu bergerak dalam arah yang sama.

Kita tidak cukup hanya menggelar perayaan, mengenang sejarah, atau mengulang kebanggaan atas kejayaan Majapahit. Kita harus membuktikan bahwa warisan sejarah tersebut mampu melahirkan gagasan, keberanian, dan kerja nyata untuk menjawab tantangan zaman.

Merawat Bumi Mojopahit: Gerbang Baru Nusantara pada akhirnya merupakan ajakan untuk menyatukan kekuatan dan memperluas manfaat pembangunan. Jawa Timur harus tumbuh sebagai wilayah yang produktif, berdaya saing, berkeadilan, berbudaya, dan terbuka terhadap perubahan.

Delapan puluh satu tahun perjalanan provinsi ini menjadi pengingat bahwa masa depan tidak diwariskan begitu saja. Masa depan harus diperjuangkan bersama.

Dari Bumi Mojopahit, mari membangun Jawa Timur yang tidak hanya besar dalam sejarah, tetapi juga nyata dalam karya; bukan hanya menjadi gerbang perdagangan, melainkan gerbang kesempatan; bukan hanya menjadi kebanggaan masa lalu, melainkan salah satu kekuatan utama Indonesia di masa depan.

Selamat Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Merapatkan persatuan, menguatkan pembangunan, membuka gerbang baru Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *