SURABAYA — Kebun Binatang Surabaya (KBS) kembali menjadi destinasi pilihan bagi wisatawan luar daerah pada Minggu, 11 Oktober 2026. Di tengah hiruk-pikuk pengunjung yang menikmati hari libur, seorang pengunjung asal Tulungagung bernama Eca membagikan cerita, kesan, hingga pandangannya secara mendalam mengenai ikon wisata legendaris Kota Pahlawan ini.
Minggu, 11 Oktober 2026
Bagi Eca, berkunjung ke KBS bukan sekadar agenda liburan biasa, melainkan sebuah tradisi yang lekat dengan kenangan masa kecilnya. Ia mengungkapkan bahwa ketiadaan fasilitas kebun binatang di daerah asalnya membuat KBS selalu diandalkan oleh keluarganya. Setiap kali ingin mengenalkan berbagai jenis satwa kepada anggota keluarga secara langsung, tempat ini konsisten menjadi tujuan utama perjalanan mereka.
Ketika diminta menggambarkan suasana KBS saat ini, Eca merangkumnya ke dalam tiga kata kunci: besar, beragam, dan ramai.
Kesan pertamanya menginjakkan kawasan wisata ini langsung berpusat pada skalanya yang amat luas. Ia bahkan sempat berkelakar bahwa ukuran kebun binatang yang masif tersebut sukses membuat kakinya pegal karena harus berjalan jauh demi menjelajahi setiap sudut area satwa.
Kendati menyimpan banyak memori indah, Eca juga memberikan sejumlah catatan kritis yang membangun bagi pengelola. Mengingat kondisinya yang kini jauh berbeda dari masa kecilnya terlebih setelah mendengar berbagai pemberitaan publik akhir-akhir ini ia merasa lingkungan KBS di beberapa bagian tampak agak gersang dan kurang terawat.
Selain itu, ia juga sempat menemui sedikit kendala terkait alur loket tiket masuk yang dirasa agak membingungkan bagi pengunjung baru.
Menutup perbincangannya, Eca menyematkan harapan besar untuk kemajuan KBS ke depannya. Ia berharap pihak pengelola dapat lebih optimal dalam merawat area wisata, memperbanyak penghijauan agar suasana kebun binatang terasa lebih asri, serta terus meningkatkan kesejahteraan satwa. Dengan pembenahan tersebut, ia optimis KBS bisa kembali berjaya dan memberikan pengalaman berwisata yang jauh lebih nyaman serta edukatif bagi masyarakat luas. (Aurel, Nayla/Red)















