Guru Sejarah SMA GEMA 45 ” Hari Kesaktian Pancasila Jadi Pengingat Generasi Muda”

Kegiatan35 Dilihat

SURABAYA, 1 Oktober 2026 — Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum penting untuk mengingat kembali sejarah bangsa sekaligus menanamkan nilai-nilai persatuan kepada generasi muda.

Kamis, 1 Oktober 2026

Hal tersebut disampaikan Bu Arin, salah satu guru mata pelajaran Sejarah di SMA GEMA 45, saat diwawancarai Tim KABAR GEMA 45 pada Kamis (1/10/2026), bertepatan dengan pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Menurut Bu Arin, peringatan Hari Kesaktian Pancasila memiliki latar belakang sejarah yang berkaitan dengan peristiwa 30 September 1965. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Indonesia dan kemudian melatarbelakangi peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

“Dari peristiwa yang kelam itu akhirnya memunculkan sebuah hari besar yang sampai sekarang masih kita peringati. Bahkan hari ini kita juga melaksanakan upacara,” ujar Bu Arin.

Ia menilai, Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi muda sebagai penerus bangsa agar senantiasa menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Makna Hari Kesaktian Pancasila sangat luar biasa sebagai pengingat bagi generasi muda yang menjadi penerus bangsa. Dengan adanya Hari Kesaktian Pancasila, menjadi pengingat bahwa kita memiliki bangsa yang harus dipertahankan. Jangan ada perpecahan, kita harus mengutamakan persatuan dan kekeluargaan,” tuturnya.

Bu Arin menegaskan bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, generasi muda diharapkan dapat memahami sekaligus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila sebagai dasar negara. Apa pun yang kita lakukan setidaknya harus sesuai dengan dasar-dasar yang sudah dibuat oleh para pendahulu kita, seperti Ir. Soekarno dan para pendiri bangsa lainnya. Sebagai generasi muda, kita harus melanjutkan dan menjaga sesuai dengan dasar-dasar tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, Pancasila harus menjadi pondasi sekaligus pengingat bagi generasi muda dalam menentukan langkah ke depan, khususnya dalam memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

Lebih lanjut, Bu Arin mengatakan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila di kalangan pelajar tidak harus dimulai dari tindakan besar. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan melalui perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai generasi muda yang kelak menjadi bagian dari perjalanan bangsa, para pelajar memiliki cita-cita dan impian masing-masing. Namun, menurut Bu Arin, apa pun cita-cita tersebut harus tetap dibarengi dengan sikap yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

“Kita tidak perlu menunggu hari-hari besar. Cukup dari hal-hal kecil dalam keseharian kita,” katanya.

Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat, ia mengingatkan para pelajar agar mampu menggunakan media sosial secara bijak. Menghargai perbedaan pendapat, menjaga sikap dalam berkomunikasi, serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik merupakan bagian dari penerapan nilai Pancasila.

“Era media sosial berkembang sangat pesat. Kita tidak bisa menghentikan perkembangan tersebut. Dari hal-hal kecil, kita bisa menerapkan Pancasila dengan menghargai perbedaan dan bijak dalam menggunakan media sosial,” ungkapnya.

Ia juga mengajak para siswa untuk membangun kebiasaan positif di lingkungan sekolah, termasuk menghargai teman, belajar menjadi pribadi yang lebih baik, serta menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama.

“Dengan belajar sebagai siswa, belajar menghargai teman-teman dan belajar menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya, itu sudah termasuk menerapkan dan mengimplementasikan dasar negara, yaitu Pancasila,” pungkas Bu Arin.

Di akhir wawancara, Bu Arin menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak ragu memulai perubahan dari lingkungan terdekat.

“Untuk memulai sesuatu tidak perlu dari hal besar, cukup dari hal kecil terlebih dahulu.”

(Vinda, Atha/ Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *